Saturday, April 13, 2013

Melirik Asal Usul Payung








Setiap rumah di dunia ini rata-rata pasti menyimpan paling tidak sebuah payung. Benda yang satu ini akan banyak dicari ketika musim hujan datang. Sebenarnya tidak selalu menunggu musim hujan, saat panas matahari terlalu terik pun kita bisa memanfaatkan payung untuk berteduh, sehingga kita tidak kepanasan saat berjalan menuju suatu tempat. Mungkin sekarang anda merasa biasa saja dengan payung yang anda punya. Apakah pernah terpikirkan oleh anda jika di masa lalu payung merupakan suatu benda yang mewah? Simak penjelasan di bawah ini.

Umbrella yang dalam bahasa kita sebut payung, jika diartikan dari bahasa Latin “umbra” yang mempunyai arti baying-bayang atau tempat teduh. Jika kita lihat dari beberapa bukti yang ditemukan di Cina, Mesir, Yunani dan Syiria, membuktikan bahwa payung sudah ada sejak 3000-4000 tahun lalu.

Legenda dari Tiongkok menceritakan penemu payung adalah seorang tukang yang bernama Luban. Dia merasa iba terhadap istrinya (Yun) yang sering kehujanan saat mengantar makanan untuknya. Kemudian ia membuat paviliun di setiap jalan yang dilewati sang istri agar tidak kehujanan, namun ini sangat merepotkan. Setelah ia melihat orang menggunakan daun teratai untuk berteduh, muncul ide membuat payung dengan kertas dan dilapisi dengn lilin supaya tidak sobek dan tahan air. Orang Tiongkok juga mengenal “payung luo” yang hanya digunakan pada hari-hari tertentu saja. Selain itu, warna payung tertentu juga menandakan pangkat atau jabatan mereka di kerajaan. Di Cina, payung dibuat dari bahan yang berat, sehingga perlu beberapa orang untuk mengangkatnya. Benda ini dianggap barang mahal, jika ada orang yang bisa mengkoleksinya, orang tersebut pasti dianggap hebat.

Payung mulai masuk ke Eropa di abad XVI. Karena payung dikenal sangat berat, muncul penemuan untuk membuat payung dari kain dan kerangkanya menggunakan tulang ikan paus. Mereka terus berusaha supaya payung mudah untuk dibawa kemana-mana. Pada awalnya fungsi payung hanya sebagai pelindung tubuh dari panas matahari (parasol) lalu berkembang untuk berlindung dari hujan (parapluei). Tapi orang Prancis berasumsi bahwa payung hanya cocok digunakan oleh para wanita, tidak untuk pria.

Selanjutnya penduduk Inggris mengenal payung yang mereka sebut “hanway”. Kata hanway sebenarnya hanyalah potongan dari nama orang Persia yang memperkenalkannya kepada masyarakat di sana. Awalnya dia diejek karena membawa payung supaya tidak kehujanan. Namun akhirnya pria Inggris bisa menerimanya. Dia adalah Jonas Hanway. Orang lain yang berjasa dalam mempopulerkan payung adalah Beau Macdonald.

James Smith and Sons adalah toko yang menjual payung pertama di kota London. Toko ini masih buka sampai sekarang. Seperti keterangan di atas, dulu payung dibuat dari kerangka ikan, kemudian muncul seorang tokoh bernama Samuel Fox yang berhasil mendesain kerangka payung baru yang menggunakan bahan baja. Yang pasti dengan desain baru ini kerangka payung akan lebih kuat dan ringan.

Bentuk payung terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Ukuran payung dibuat dari yang kecil sampai yang besar. Bahan yang dipakai untuk membuatnya pun tidak lagi menggunakan kain meskipun ada payung yang dibuat dari kain sebagai pelengkap pada kegiatan-kegiatan tertentu. Misalnya, sebagai perlengkapan saat menari, upacara kematian, atau pernikahan. Motif payung dibuat semenarik mungkin. Gambar kartun dan bunga adalah motif yang sering digunakan.

No comments:

Post a Comment