Monday, April 15, 2013

Macam Kancing dan Cara Menjahitnya



Para desainer baju pasti sangat mengenal berbagai macam kancing. Kita tidak bisa meremehkannya karena tanpanya, pakaian kita tidak bisa dipakai, tmpilannya pun menjadi kurang bagus. Benda ini dikategorikan sebagai alat untuk dipasangkan dengan lubangnya. Pada beberapa baju memang hanya digunakan sebagai hiasan saja. Bentuknya beraneka ragam, ada yang bulat, persegi, bundar, kotak atau segitiga.

Pemasangannya pada setiap pakaian tergantung pada desain baju itu dan juga desainer pembuatnya. Lubangnya ada yang dibuat secara vertikal dan ada yang horisontal. Setelah dimasukkan ke dalam lubang ini, akan terbentuk jeratan sehingga baju dapat dipakai.

Mungkin beberapa di antara pembaca belum mengetahui bahwa arah pemasangannya pada pakaian wanita berbeda dengan pria. Pada pria dipasang di bagian kiri dan lubangnya berada di bagian kanan baju, sedangkan pada wanita adalah sebaliknya. Umumnya, setiap baju dipasangi sekitar 5 buah dengan motif yang sama persis supaya serasi. Ada sejarah singkat yang menceritakan kenapa penggunaannya pada baju pria dan wanita tidak sama.

Dahulu cara berpakaian pada seorang wanita sangatlah sulit dan tidak praktis. Sangat berbeda dengan pakaian yang digunakan pada laki-laki. Pria hanya menggunakan sejenis jaket, rompi dan semacamnya. Untuk wanita bisa terdiri dari beberapa lapis. Jika memakai baju seperti korset dengan tali di bagian belakang tidak mungkin bisa dilakukan sendiri. Mereka pasti meminta beberapa orang untuk membantunya. Mengapa harus rumit? Ini dilakukan karena pada waktu itu baju adalah alat yang digunakan untuk membedakan kelas sosial. Nah, karena harus melibatkan beberapa orang sekaligus, muncul ide untuk menciptakannya dengan arah yang berlawanan dengan tujuan untuk mempercepat pemakaian. Namun sekarang hal ini sepertinya tidak selalu menjadi patokan. Para desainer sudah membuatnya dengan arah yang sama yaitu lubangnya berada di bagian kanan.



Berbagai macam kancing yang kita kenal adalah:
  • Berkaki. 
Dari bagian depan kita tidak bisa melihat lubangnya, biasanya dibuat di bagian belakang. Memiliki bentuk yang sangat bervariasi, terkadang dibentuk dengan cara membungkusnya dengan kain dari bahan baju tersebut supaya tampak serasi. Ada yang hanya berfngsi sebagai hiasan saja. Mudah ditemukan pada baju untuk perempuan.
  • Bermata. 
Sangat mudah ditemukan pada baju hem. Identik dengan pakaian pria namun sudah banyak digunakan untuk pakaian wanita. Tersedia dari bentuk yang kecil sampai yang bundar dan melebar. Dari depan kita bisa melihat lubangnya. Ada yang berlubang 4 ada yang 2.
  • Jepret. 
Dibuat dari bahan stainlisteel atau plastik. Terdiri dari bagian cekung dan bagian yang menonjol. Jika dipasang akan berbunyi “klik”. 

  • Hak (kait). 
Disebut begitu karena terdapat dua bagian dengan fungsi berbeda. Satu bagian sebagai pengait, satunya sebagai kaitan. Contohnya ada pada bra. Untuk yang besar ada pada ban pinggang di celana kain atau rok. Kemudian dilengkapi dengan ritsleting.

Pasti kita pernah mengalami benik yang lepas dari baju. Pernah mencoba untuk menjahitnya sendiri? Mudah saja. 
Pertama, cari jarum jahit dan benang dengan warna yang sesuai dengan baju. 
Masukkan benang pada jarum dengan panjang benang secukupnya. 
Buat simpul di bagian ujungnya. 
Letakkan benik (bermata) di tempat yang tepat dan mulai menjahit dari bagian dalam baju menuju keluar dari salah satu lubang. Tarik sampai tertahan oleh simpul. 
Masukkan dengan lubang yang letaknya bersilangan dengan lubang pertama ke arah dalam baju. Selanjutnya ke lubang ketiga yang berada tepat di bawah lubang kedua, jahit ke arah luar. 
Lalu lanjutkan ke lubang terakhir dengan arah yang diagonal dari lubang ketiga. Lakukan ini sampai beberapa kali. Buat simpul untuk mengencangkannya. 
Akhirnya, kancing sudah terpasang dan baju siap digunakan. 
Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment